Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

CARA MUDAH BUDIDAYA BERTERNAK BURUNG BRANJANGAN

Minggu, 06 September 2020 | September 06, 2020 WIB Last Updated 2020-09-06T11:10:47Z

CARA MUDAH BUDIDAYA BERTERNAK BURUNG BRANJANGAN

ASK Harga dari burung branjangan semakin hari semakin melambung, jadi selain kita bertujuan membikin populasi kian meningkat, berternak burung branjangan juga bisa menjadi peluang usaha yang cerah bagi kita semua. berternak burung branjangan bisa dibilang gampang-gampang susah.

Problem yang kerap di alami oleh sebagian kalangan saat ternak burung branjangan ialah burung sulit mau berjodoh/kawin, tidak mau bertelur meski terlihat sudah kawin,telur tidak mau menetas,anakan cepat mati atau tidak bisa berkembang dsb.
CARA MUDAH BUDIDAYA BERTERNAK BURUNG BRANJANGAN

PEMILIHAN CALON INDUKAN

Langkah awal ini adalah salah satu aspek yang wajib kita amati dengan cermat.alon indukan yang berkualitas akan menghasilkan keturunan yang berkualitas pula.jadi saran saya pilihlah calon indukan yang:
•Sehat dan lincah
•Bernafsu makan tinggi
•Tidak cacat fisik
•Gacor
•Berumur mapan.indukan jantan 1,5 tahun dan indukan betina 1 tahun.

PROSES PENJODOHAN

Jika kalian sudah menumukan  calon indukan seperti yang sudah saya jelaskan di atas,maka proses selanjutnya adalah penjodohan.
Cara ini kita tempatkan kedua indukan pada sangkar terpisah,akan tetapi didalam kesehariannya kita gantang kedua sangkar indukan dengan jarak berdekatan,atau yang di kenal dengan proses penempelan.
Agar indukan cepat birahi,terapkan rutin pemandian dan penjemuran seperti perawatan harian.kualitas pakan yang banyak mengandung multivitamin,protein dan mineral juga penting.
Kita pantau kesehariannya,jika kedua indukan menunjukkan sifat berbeda dari biasanya semisal betina sering nglepper disaat sang jantan berkicau dengan gacor atau si jantan mulai gelisah di saat tidak melihat sibetina,maka selanjutnya kita pindah indukan betina pada sangkar ternak yang sudah kalian siapkan dan beberapa kelengkapan seperti sarang.
CARA MUDAH BUDIDAYA BERTERNAK BURUNG BRANJANGAN

SANGKAR PENAGKARAN

Kandang  atau sangkar untuk tempat penangkaran boleh kita gunakan sangkar besi/kawat yang biasa di pakai untuk ternak burung lovenird.
Namun alangkah baiknya jika menggunakan sangkar buatan khusus yang berukuran besar sekitar 2 meter kali 1 meter.Sebagaimana lazimnya sediakan tempat sarang yang terbuat dari triplek kotak atau tempurung kelapa yang di kasih lubang kecil di bawahnya.untuk dinding terbuat dari jeruji kawat yang agak rapat,hal ini agar hewan-hewan pengganggu seperti cicak,tikus,tokek dan hewan berbahaya lainnua tidak leluasa masuk.Sedangkan untuk atapnya bisa juga menggunakan jeruji kawat,seng,harplek dan genteng yang penting aman dari air hujan.
Bagian atap sebaiknya terkena sedikit sinar langsung matahari agar suasana di dalam sangkar tetap hangat dan juga mengingat burung branjangan gemar pada udara panas.
Pada dasar sangkar taburi pasir serta batu bata yang di tumbuk agak kasar dan kasih batu berukuran sedang di sekelilingnya.rumput kering dan daun lainnya sediakan berceceran di dasar sangkar agar indukan bisa merangkai sarang dengan sendirinya.
Bila perlu didalam kandang di letakkan tanaman kecil dan dibuatkan kolam berdiameter sekitar 1/2 meter untuk memudahkan pengisian air dan tercipta suasana seperti di alam liar asli.

PROSES KAWIN ATAU MEMULAI PENAGKARAN

Tempat untuk meletakkan sangkar ternak usahakan yang memiliki sirkulasi udara yang baik,sepi dari lalu lalang manusia dan aman dari hewan berbahaya lainnya.
Di saat mau memberi pakan serta air harap dikerjakan dengan pelan serta hati-hati agar kedua indukan tidak merasa kaget dan terganggu.
Kedua indukan yang selalu merasa terganggu dan merasa kaget akan bedampak pada mentalnya yang akan membuat stres dan enggan mau kawin.
Penting lagi disaat burung branjangan sudah bertelur, jangan sekali-kali orang asing memasuki lokasi tempat kandang ternak, bisa-bisa induk branjangan memecahkan telurnya dan proses akan berjalan lama kembali.
Poses kawin menuju indukan bertelur biasanya mamakan waktu 1-2 minggu,jadi kualitas pakan dalam hal ini sangat berpengaruh dan mengasilkan telur yang berkualitas serta berisi.
Jumlah telur burung branjangan biasanya antara 3 sampai 4 butir dan durasi inkubasi atau pengeraman sampai menetas selama 2 minggu.

Pengontrolan indukan branjangan harus selalu dikontrol dan dibutuhkan ketelatenan perawatnya. Karena jika ada hewan pengganggu yang masuk, misalnya cecak, tikus, semut, atau ular akan berdampak buruk dan akibatnya bisa berbahaya.Jika burung branjangan sedang mengerami telur, perawat harus sudah memperkirakan kapan kemungkinan akan menetas. Biasanya telur yang dierami menetas antara 12-14 hari.
Jika telur sudah menetas dan menghasilkan keturunan, maka anakan harus cepat-cepat diamankan dari gangguan hewan berbahaya lain. Yakni selalu dikontrol dan kandang dibersihkan dari hewan-hewan kecil. Sebab jika tidak  akan didahului dan dimakan semut,cicak,tokek dan tikus.
Ketika indukan meloloh piyik atau anakan porsi makanan harus ditambah dari biasanya,karena induk dan anakan butuh energi yang banyak agar dapat bertahan hidup. Jika anakan sudah berumur beberapa hari, perawat bisa lebih sering keluar masuk kandang untuk mengontrol perkembangannya,selama proses tersebut, branjangan jantan terlihat lebih aktif mencari makanan, sedangkan betina lebih banyak menunggu di sarang.
Anakan boleh di pisah dari indukan ketika sudah bisa makan sendiri dan mulai bisa terbang dengan aktif, hal ini bertujuan untuk proses penangkaran ulang dari kedua indukan.

#ASK
×
Berita Terbaru Update