Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kisah Abu Nawas, Mengajar Sapi Berbicara

Rabu, 02 September 2020 | September 02, 2020 WIB Last Updated 2020-09-03T02:09:08Z
Kisah Abu Nawas, Mengajar Sapi Berbicara

ask Kisah Abu Nawas, Mengajar Sapi Berbicara
Suatu sore, baginda raja mengutus salah seorang pengawalnya untuk memanggil Abu Nawas.
Mendapati dirinya dipanggil, Abu Nawas segera mendatangi istana dan menemui baginda raja. “Apa yang dapat saya lakukan yang mulia?” tanya Abu Nawas.
“Saya meminta bantuanmu, Abu. Semua orang tahu bahwa kamu adalah orang yang sangat pintar.
Oleh karena itu saya pikir kamu dapat membantu saya mengajari sapi saya untuk membaca. Jika kamu tidak bisa, saya akan menghukummu,” kata baginda raja.
Abu Nawas tidak punya pilihan. Dia membawa sapi pulang. Ketika sampai di rumah, dia mengikat sapi di pohon palem dibelakang rumahnya.
Keesokan harinya, dia pergi ke belakang rumah dengan membawa tongkat rotan. Abu Nawas memukul sapi itu lagi dan lagi.
Dia terus memukulnya sambil berteriak, “kamu, raja atau aku!” Abu Nawas melakukannya setiap pagi dan orang-orang pun mengetahui apa yang dilakukan Abu Nawas.
Suatu hari berita tersebut sampai ke istana. Baginda raja mendengarnya, dia mengirim seorang pengawal untuk memanggil Abu Nawas.
“Abu, mengapa kamu tidak memberi laporan tentang tugas mu?” tanya raja.
“Saya minta maaf yang mulia, saya terlalu sibuk mengajari sapi membaca sampai saya lupa memberikan laporan” jawab Abu Nawas.
“Apakah kamu sukses? Saya dengar kamu memukul sapi setiap pagi. Kenapa kamu melakukan itu?” tanya raja.
Abu Nawas diam.
“Orang-orang mengatakan bahwa kamu tidak mengajari sapi saya membaca. Kamu hanya mengatakan tiga kata kepadanya, apa maksudnya itu?” tanya raja lagi dengan marah.
“Sapi itu hewan, sekeras apapun saya mengajarinya membaca, dia tidak akan bisa melakukannya. Saya berkata ‘kamu, raja atau saya’ karena saya ingin membuat sapi itu mengerti. Pasti ada yang salah, mungkin sapi, raja, atau saya sendiri” jawab Abu Nawas.
“Apa yang kamu maksudkan dengan seseorang pasti salah?” tanya baginda raja.
“Jika sapi tidak bisa membaca, salah satu kemungkinannya karena sapi itu bodoh. Kemungkinan kedua, baginda raja yang salah. Yang mulia tahu, sapi tidak bisa membaca tapi memerintahkan kepada saya untuk mengajarinya membaca".
Kemungkinan ketiga, saya lah yang salah karena saya tidak bisa membaca. Hakim harus memutuskan tiga kemungkinan ini” jawab Abu Nawas.
Raja terdiam, dia menyadari bahwa perintahnya benar-benar mustahil bisa dilaksanakan. “Lalu kenapa kamu memukul sapi itu?” tanya baginda raja.
“Saya pikir, setiap hakim tidak akan berani mengatakan bahwa baginda raja lah yang salah. Oleh karena itu saya memukulnya dengan harapan sapi itu mati. Ketika mati, maka saya tak perlu lagi mengajarinya membaca, dan yang mulia tidak bisa menghukum saya” jawab Abu Nawas.
Raja tidak dapat berkata lagi setelah itu. Abu Nawas benar, mustahil mengajari sapi agar bisa membaca. “Kamu benar Abu Nawas, saya menarik perintah saya. Dan kamu dapat memiliki sapi itu untuk kamu jual, memeliharanya, atau menyembelihnya. Tetapi jangan memukulnya” kata baginda raja kepada Abu Nawas.
×
Berita Terbaru Update