Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

MENGENAL & LESTARIKAN BURUNG RAJA UDANG

Kamis, 03 September 2020 | September 03, 2020 WIB Last Updated 2020-09-03T07:22:48Z

MENGENAL & LESTARIKAN BURUNG RAJA UDANG

MENGENAL & LESTARIKAN BURUNG RAJA UDANG

ASK MENGENAL & LESTARIKAN BURUNG RAJA UDANG
Spesies burung yang tersebar di seluruh wilayah negara indonesia tidak bisa kita hitung dengan hanya menggunakan jari kedua tangan kita.mulai dari burung kicauan yang sudah umum dan banyak di kenal oleh masyarakat serta burung yang masih asing oleh mata dan telinga kita.penemuan spesies burung baru dan burung yang sudah di beri nama oleh nenek moyang pada zaman dahulu patut kita lestarikan.pada suatu wilayah sering kali kita dengar mengenai perbedaan nama burung yang tidak sama dengan derah kita sendiri,serta burung yang berbeda karakter,fisik,silsilah keluarga dan suara seringkali dimasukkan pada satu kelompok tertentu,contohnya si cantik burung raja udang (kingfisher) dan nama lain pada suatu daerah yaitu (cekakak) yang banyak di kitkan atau di samakan dengan burung tengkek dan burung pelikan.burung raja udang memiliki paruh besar dan panjang,bulu mengkilat berwarna biru dan kuning pada bagian dada di padu dengan warna bintik putih.secara keseluruhan penampilan burung ini sungguh elok dan sedap dipandang mata serta hampir serupa dengan burung tengkek.

ASK Burung raja udang banyak di buru oleh para kicau mania karna memiliki karakter suara kasar dan berspeed rapat,suara tersebut di yakini cocok dan bagus untuk di jadikan suara masteran segala jenis burung ocehan seperti burung cendet,murai,kacer,cucak hijau dan lain sebagainya.akan tetapi banyak di antara mereka yang selalu gagal dan putus di tengah jalan dalam merawat burung cantik ini.burung raja udang sulit di dapat berupa anakan atau piyikannya,sehingga para kicau mania mengambil cara pintas dengan mencoba memelihara burung muda liar hasil tangkapan hutan.burung raja udang amat sulit dalam pola perawatannya,terutama dalam pemberian pakan dan sulit untuk menjadi jinak.makanan utama burung raja udang ialah ikan kecil,udang,katak,dan hewan kecil lainnya yang masih hidup dan segar.kegagalan para kicau mania merawat burung ini akibat pemberian pakan yang tidak sesuai serta tidak di sukainya,seperti pemberian voer kering,ikan atau udang yang tidak segar (sudah busuk),hewan kecil yang sudah mati dan lain-lain.kesehariannya burung ini tidak pernah lepas berhubungan dengan air,jika kalian ingin berhasil merawat burung raja udang ialah harus berusaha semaksimal mungkin menyediakan pakan berupa hewan yang masih segar serta suasana yang nyaman seperti pada waktu di alam liar.akan tetapi semua itu belum bisa menjamin akan keberhasilan dan ketahanan hidupnya karna pada dasarnya burung ini mudah sekali untuk mati jika tidak terbang bebas seperti di alam liar.

Burung raja udang termasuk burung yang rajin bersolek dan membersihkan diri,tidak seperti burung tengkek yang kurang merawat diri.burung ini biasanya kerap kita jumpai di perairan seperti sungai dan danau,biasanya selalu menyendiri untuk mencari makan.penglihatan burung ini amat sangat tajam serta gaya terbang yang begitu gesit dan cepat sebagai sarana mencari mangsa.ketika melihat ikan mulai berenang di dekat permukaan air, maka burung raja udang dengan segera menerkam mangsa sampai masuk ke dalam air sungai atau danau tersebut.ketika mangsa sudah di tangkap seketika langsung di banting ke batu atau tanah sampai mati dengan tetap berada pada paruh kuatnya agar senantiasa mudah mencabik dan menelannya.selesai menyantap mangsa burung raja udang segera membersihkan diri memakai cairan berminyak yang keluar dari tubuhnya memakai paruh panjangnya,sehingga bulu burung ini tetap mengkilap dan tahan air ketika mau berburu mangsa kembali di perairan.

Burung raja udang kabarnya termasuk burung yang wajib kita lestarikan,jadi lebih baik kalian urungkan saja niatan untuk memelihara burung ini jika hanya untuk tujuan sebagai burung masteran,alasan lain karna burung ini sulit untuk beradaptasi jika berada di dalam sangkar dan mudah sekali untuk mati.agar pengorbanan kalian tidak sia-sia,sebagai jalan pintas kalian bisa menggunakan audio mp3 saja sebagai masteran.suara burung raja udang saat ini mulai banyak bertebaran di dunia maya.akan tetapi jika kalian termasuk seseorang penangkar handal dan mempunyai tujuan untuk di kembang biakan saya rasa sah-sah saja agar populasinya semakin membaik.spesies burung raja udang kabarnya terdapat 87 lebih yang tersebar di seluruh dunia dan 40 species dapat kita temukan di wilayah kita sendiri yaitu indonesia.akan tetapi seiring berkembangnya zaman spesies dan populasinya kini kian berkurang.

Sarang burung raja udang dapat kita temukan di tebing pinggiran sungai dan danau (sama seperti burung tengkek).dalam sarang tersebut biasanya di huni oleh sepasang burung raja udang untuk kelangsungan hidup dan menghasilkan keturunan.pada musim kawin si betina biasanya bertelur dalam jumlah 3-4 butir dengan masa inkubasi lebih dari 2 minggu.ketika menetas anak-anaknya sama-sama di rawat oleh kedua indukan,namun si jantan lebih banyak menghabiskan waktu mencari makan untuk kelangsungan hidup si betina dan anakannya.untuk keamanan dari hewan predator lainnya,sarang burung ini biasanya di sertai tipu daya seperti adanya kulit ular dan kala jengking yang sudah mati serta hewan ganas lainnya sebagi alat mengelabuhi musuh yang berniat untuk mencuri telur,induk betina serta anakannya.

Meskipun perburuan liar akan burung ini sudah lambat laun dapat teratasi,akan tetapi populasinya di alam liar masih minim.ini bisa di buktikan dengan jarangnya kita di pertemukan dengan burung raja udang,bahkan sebagian besar belum kenal dengan burung yang satu ini.hal itu di sebabkan oleh kematian yang tidak terduga dan semacamnya serta akibat rantai makanan hewan lainnya.oleh sebab itu burung raja udang harus kita lestarikan sebagaimana tercantum pada PP NO 7 1999 yang mana tumbuhan dan satwa adalah bagian dari sumber daya alam yang tidak ternilai harganya sehingga wajib kita lestarikan.semua jenis burung yang terdapat di negara kita sudah banyak yang terancam kepunahan akibat perubahan ekosistem dan campur tangan manusia.jika kita kurang menyadari akan hal tersebut maka tidak bisa dipungkiri di lain hari burung raja udang sudah pasti akan masuk ke dalam lingkup satwa yang di lindungi.

Menyimpulkan itu semua bahwa burung raja udang tidak baik kita tangkap dan dipelihara meskipun memiliki suara kicauan yang baik dan warna yang menawan jika menyimpang dari tujuan pelestarian.biarlah kita tonton langsung bentuk serta suaranya melalui alam dan habitat aslinya.melestarikan satwa yang sudah terancam juga bisa berdampak baik pada anak cucu kita nantinya agar kelak mereka juga bisa merasakan dan menikmati langsung akan keindahan serta kemerduan suara isi alam.

#ASK
×
Berita Terbaru Update