Yang Pertama Kali Dihisab Pada Hari Kiamat Adalah Shalat - Hadits Qudsi

 Ask - Ask.co.id - Index

Assalamualaikum Sahabat Bagaimana Keadaan Kalian Hari Ini, Kami Doakan Semoga Sehat Selalu.

Yang Pertama Kali Dihisab Pada Hari Kiamat Adalah Shalat - Hadits Qudsi

Hadits Qudsi salah satu jenis hadits di mana perkataan Nabi Muhammad disandarkan kepada Allah atau dengan kata lain Nabi Muhammad meriwayatkan perkataan Allah. 

Hadits qudsi adalah hadits yang secara makna datang dari Allah, sementara redaksinya dari Rasulullah. Hadits qudsi diartikan sebagai berita dari Allah kepada nabi-Nya melalui ilham atau mimpi, kemudian Rasulullah SAW menyampaikan hal itu dengan ungkapan beliau sendiri. Maka dari itu, Al Quran lebih utama dibandingkan hadits qudsi, karena Allah juga menurunkan redaksinya.

Hadits Qudsi

Yang Pertama Kali Dihisab Pada Hari Kiamat Adalah Shalat - Hadits Qudsi.


Dari Huraits bin Qabishah, ia berkata : Saya sampai di Madinah. Ia berkata : “Wahai Allah mudahkanlah bagiku (mendapat) teman duduk yang baik. Lalu saya duduk kepada Abu Hurairah ra. Ia berkata : Saya berkata : “Saya berdoa kepada Tuhan (Allah) Yang Maha Mulia dan Maha Besar untuk memudahkan bagiku teman duduk yang baik, maka sampaikanlah kepadaKu hadits yang kamu dengar dari Rasulullah saw. Semoga Allah memberi manfaat kepadaku dengan itu”. Ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya sesuatu yang paling dulu dihisab pada hamba adalah shalatnya. Jika shalat itu baik maka ia telah menang dan sukses. Jika shalatnya rusak maka ia telah merugi”. Hammam berkata : Saya tidak tahu, ini dari perkataan Qatadah atau riwayat. Jika dari fardhunya ada kekurangan-kekurangan, Allah berfirman : “Lihatlah, apakah hambaKu mempunyai shalat sunnat, maka fardhu yang kurang itu dapat disempurnakan. Kemudian demikian itu caranya dalam menghisab seluruh amalnya”. (Hadits ditakhrij oleh An Nasa’i).


Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah saw., beliau bersabda : “Sesuatu yang pertama kali diperhitungkan pada hamba adalah shalatnya, jika ia menyempurnakannya. Jika tidak (sempurna) maka Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Lihatlah apakah hambaKu mempunyai (shalat) sunat ?”. Jika kedapatan padanya (shalat) sunat, maka Allah berfirman : “Sempurnakanlah fardhu itu dengannya”. (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).


Dari Tamim ad Dari ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : “Sesuatu yang pertama diperhitungkan pada hamba di hari Qiyamat adalah shalatnya. Jika ia menyempurnakannya maka dicatat baginya shalat sunatnya. Jika ia tidak menyempurnakannya maka Allah Yang Maha Suci berfirman kepada para malaikatNya : “Lihatlah apakah kamu menjumpai shalat sunat bagi hambaKu ? maka sempurnakanlah dengannya fardhu yang disia-siakannya. Kemudian amal-amalnya diambil menurut perhitungan itu”. (Hadits ditakhrij oleh Abu Daud).


Dari Anas bin Hakim Adh Dhabi ia samar dari Ziyad atau Ibnu Ziyad dia datang di Madinah dan bertemu dengan Abu Hurairah berkata: Ia minta dijelaskan keturunanku, maka saya menunjukkan nasabku : Abu Hurairah berkata : “Hai pemuda, maukah saya ceritakan hadits kepadamu ?”. Saya menjawab : “Baiklah, semoga Allah memberikan rahmat kepadamu”. Yunus berkata : “Saya mendengar ia menuturkannya dari Nabi saw. bersabda : “Sesunguhnya amal-amal hamba yang pertama kali diperhitungkan pada hari Qiyamat adalah shalat”. Beliau bersabda: Tuhan kami Yang Maha Besar dan Maha Mulia berfirman kepada para malaikatNya padahal Dia lebih mengetahui : “Lihatlah shalat hambaKu, ia menyempurnakan atau mengurangi. Jika shalat itu sempurna maka dicatatlah kesempurnaan baginya. Jika ia mempunyai shalat sunat maka Allah berfirman : “Sempurnakanlah bagi hambaKu akan fardhunya dari sunatnya”. Kemudian amal-amal itu diambil seperti itu. (Hadits ditakhrij oleh Abu Dawud).


Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata : Rasululah saw. bersabda : “Tuhanku datang kepadaku dalam sebagus-bagus bentuk”. Ia berkata : “Saya menduga beliau sedang tidur”. Ia berkata : “Demikianlah dalam hadits”. Tuhanku berfirman : “Hai Muhammad, tahukah kamu dalam hal apakah Al Malaul a’la (kelompok yang sempurna) itu bertengkar?”.

Beliau bersabda : “Saya katakan “tidak”. Beliau bersabda : “Maka Dia meletakkan tanganNya diatas kedua belikatku, sehingga Aku dapati kesejukannya sampai kedua susuku”. Atau beliau bersabda : “Pada leherku, maka aku mengetahui apa yang dilangit dan di bumi”.

Dia berfirman : “Hai Muhammad, tahukah kamu dalam hal apakah Al Malaul a’la (kelompok yang sempurna) itu bertengkar ?” Saya menjawab: “Ya”. Dia berfirman : “Dalam penghapus, dalam penghapus yaitu diam di Masjid setelah shalat, berjalan kaki untuk jama’ah, menyempurnakan wudhu atas hal-hal yang tidak disenangi. Barangsiapa yang melakukan hal itu maka ia hidup dengan baik, dan mati dengan baik, dan dalam kesalahan seperti hari dilahirkan oleh ibunya. Dia berfirman : “Hai Muhammad, apabila kamu telah shalat maka ucapkanlah :

‘ALLAAHUMMA AS ALUKA FI’LAL KHAIRATI WATARAL MUNKARAATI WAHUBBUL MASAA­KIINI WA IDZA ARADTA BI’IBAADIKA FITNATAN FAQBIDLNII ILAIKA GHAIRA MAFTUNIN”

(Wahai Allah, saya mohon kepadaMu perbuatan yang baik, meninggalkan kemungkaran, dan cinta pada orang-orang miskin. Apabila Engkau menghendaki fitnah pada hambaMu maka matikanlah saya olehMu tanpa-terfitnah”.

Beliau bersabda : “Untuk derajat itu adalah menyiarkan salam, memberi makanan, shalat malam di kala manusia sedang tidur. (Hadits ditakhirij oleh Tirmidzi).


Dari Ibnu Abbas ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : “Tuhanku datang kepadaku dalam, sebaik-baik bentuk dengan berfirman : “Wahai Muhammad”, Aku menjawab : “Kami perkenankan Engkau wahai Tuhanku,’ dan kebahagiaanMu”.

Dia berfirman : “Dalam hal apakah Al Malaul a’la (kelompok yang tinggi) itu bertengkar ? Aku menjawab : “Wahai Tuhanku, aku tidak tahu”. Lalu Dia meletakkan tanganNya di antara kedua tulang belikatku dan aku mendapatkan kesejukan di antara kedua susuku, lalu aku mengetahui apa yang di antara timur dan barat. Dia berfirman : “Hai Muhammad !”. Aku menjawab : “Aku perkenankan panggilanMu, wahai Tuhanku dan kebahagiaanMu”. Dia berfirman : “Dalam hal apakah kelompok yang tinggi itu bertengkar ?”. Aku menjawab : “Dalam derajat dan penghapus, yaitu melangkah kaki untuk jama’ah, menyempurnakan wudhu atas hal-hal yang tidak disenangi dan menanti shalat setelah melakukan shalat. Barangsiapa yang menjaga hal itu maka ia hidup dengan baik dan mati dengan baik, dan dosanya seperti hari dilahirkan oleh ibunya”. (Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).


Dari Abdullah bin Amr yaitu Ibnu Ash ra., ia berkata : Kami shalat Maghrib bersama Rasulullah saw, orang yang pulang telah pulang dan masih duduklah orang yang berdo’a atau bermohon. Rasulullah saw. datang dengan segera dan nafas terengah-engah dan terbuka kedua lutut beliau seraya bersabda : “Bergembiralah, ini Tuhanmu telah membuka salah satu pintu langit, Dia bermegah-megah dengan kamu terhadap malaikat, seraya berfirman : “Lihatlah kepada menanti fardhu yang lain”. (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).


KUMPULAN HADITS QUDSI

  1. Allah Menggenggam Bumi Kemudian Berfirman “AKULAH RAJA”
  2. Balasan Memusuhi Wali-Wali Allah
  3. Belaskasih Dan Doa Nabi Bagi Umat Beliau
  4. Barang Siapa Senang Bertemu Dengan Allah Maka Allah Senang Bertemu Denganya
  5. Dihari Qiyamat Dikatakan Kepada Nabi Adam “Keluarkan Keturunanmu Yg Masuk Neraka”
  6. Berdirinya Hamba Dihadapan Tuhan Pada Hari Qiyamat & Para Nabi Ditanya Tabligh
  7. Dorongan Mengerjakan Keutamaan & Larangan Melakukan Kehinaan
  8. Dimudahkan Bacaan Al Qur’an
  9. Dikumpulkanya Makhluq Dengan Ketakutanya
  10. Dikumpulkanya Hamba Dan Mereka Diseru Oleh Tuhan
  11. Firman Allah Kepada Rahim
  12. Ikhlas Beramal, Celaan Ria & Meninggalkan NahiMungkar
  13. Firman Allah Apakah Mereka Tertipu Denganku.? Atau Mereka Berani Terhadapku.?
  14. Firman Allah Kepada Penghuni Sorga
  15. Husnuzh Zhan (BAIK SANGKA) Kepada Allah Ta’ala
  16. Infaq Dan Keutamaanya
  17. Keutamaan Dzikir Dan Kalimah Tauhid
  18. Kemurahan Allah Ta’ala Melipat Gandakan Pahala Amal Saleh
  19. Kecintaan Allah Terhadap Hambanya & Pengaruhnya Kepada Kecintaan Makhluk
  20. Keutamaan Shalat Dhuha Keutamaan Shalawat & Salam Atas Nabi Saw
  21. Membenarkan Akidah
  22. Manusia Yang Pertama Kali Diadili Pada Hari Qiyamat
  23. Neraka Mengadu Kepada Tuhan
  24. Orang-Orang Mu’min Melihat Tuhan
  25. Orang Yang Sibuk Dengan Al Qur’an Dan Dzikir
  26. Panggilan Allah Kepada Para Hambanya
  27. Persediyaan Allah Untuk Hambanya Yang Shalih
  28. Penciptaan Adam
  29. Penciptaan Anak Adam
  30. Puasa Dan Keutamaanya
  31. Perdebatan Sorga Dan Neraka
  32. Rahmat Allah Mengalahkan Kemurkaanya
  33. Shalat
  34. Seseorang Itu Membutuhkan Anugrah Allah Ta’ala
  35. Syafa’at
  36. Sorga Itu Diharamkan Atas Orang-Orang Kafir
  37. Sesuatu Yang Melingkari Sorga Dan Neraka
  38. Sebagian Penghuni Sorga Mohon Izin Untuk Bercocok Tanam
  39. Takut Dan Khawatir Terhadap Allah
  40. Tiga Orang Yang Dicintai Oleh Allah Azza Wa Jalla
  41. Turunya Surat Al Kautsar
  42. Telaga Nabi Saw
  43. Yang Pertama Kali Dihisab Pada Hari Kiamat Adalah Shalat
  44. Yang Diharap Hanya Syafa’at Dari Rasulullah Saw
  45. Tabligh


Semoga Bermanfaat.

Banyak Hal Yang Akan Kita Bahas Silahkan Kunjungi Website Kami Secara Berkala Agar Anda Tidak Ketinggalan Informsi Yang Unik Dan Menarik Lainya, Share Bila Postingan Ini Bermanfaat.

Terimakasih Dan Sampai Jumpa.


Kategori : QuoteAskPediaAskNewsPerpustakaanNasionalInternasionalFlora & FaunaTehnologiPropertiTravelSportFoodKesehatanPopulerEntertainmentAgamaVidio.

Baca Juga

Komentar

Lebih baru Lebih lama